Perseteruan hukum antara Sony dan Tencent kembali mencuat setelah raksasa teknologi asal Tiongkok itu sepakat menghentikan seluruh promosi serta uji publik Light of Motiram. Keputusan ini muncul di tengah gugatan Sony yang menuduh game tersebut menjiplak seri Horizon.
Game garapan studio Polaris Quest milik Tencent itu pertama kali mencuri perhatian pada akhir tahun lalu. Visualnya menampilkan dunia pasca-apokalips dengan mesin berbentuk hewan dan karakter utama yang dianggap terlalu menyerupai Aloy. Tuduhan kemiripan ini langsung membuat Sony mengambil langkah hukum, menuding Tencent melanggar hak cipta dan merek dagang.
Konflik kemudian berkembang menjadi saling tuding. Tencent balik menuduh Sony berusaha memonopoli “konvensi genre” yang menurut mereka tidak masuk akal. Di sisi lain, Sony menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai pernyataan yang tak berdasar. Tencent juga sempat diam-diam mengubah sejumlah aset di halaman Steam Light of Motiram untuk mengurangi elemen yang dinilai terlalu mirip Horizon. Meski begitu, proses hukum tetap berjalan.
Sony kini meminta pengadilan agar penjualan Light of Motiram diblokir ketika sidang resmi digelar tahun depan. Namun, sebelum sidang berlangsung, Tencent bersedia menarik game tersebut dari sorotan publik.
Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan California, Tencent menyatakan tidak akan melakukan promosi baru maupun pengujian publik selama permohonan injunksi dari Sony masih dibahas. Sebagai gantinya, Sony memberikan waktu tambahan bagi Tencent untuk merespons permintaan tersebut.
Dalam kesepakatan itu, kedua pihak juga sepakat bahwa jadwal sidang yang mundur tidak akan dipakai sebagai argumen bahwa Sony terlambat mengajukan permohonan. Selain itu, Tencent berkomitmen tidak merilis Light of Motiram sebelum kuartal IV 2027 serta tidak meminta percepatan proses penemuan bukti terkait injunksi.
TheGamePost melaporkan bahwa Sony dan Tencent turut meminta sidang terkait permohonan injunksi dan upaya Tencent membatalkan gugatan dijadwalkan pada hari yang sama, yaitu Januari tahun depan.


