Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tubuh Xbox kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari developer id Software, studio yang dikenal sebagai pengembang seri Doom dan Quake. Ia menilai manajemen Xbox tidak memahami karakter industri game, terutama proses kreatif yang membutuhkan waktu panjang.
Kritik tersebut disampaikan Chris Hays, lead services programmer id Software yang telah bekerja di studio tersebut selama 16 tahun. Dalam wawancara dengan kanal YouTube Auf ein Bier, Hays membahas dampak PHK terhadap id Software sekaligus mempertanyakan keputusan bisnis yang diambil perusahaan induknya.
Menurut Hays, orientasi perusahaan terhadap target keuangan jangka pendek sulit diselaraskan dengan proses pengembangan game. Sebuah game membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan, sementara perusahaan harus terus mengejar performa keuangan setiap kuartal.
Mereka benar-benar tidak memahami seni. Mereka tidak memahami game. Mereka tidak memahami model bisnis tersebut.
Hays menilai target keuangan dalam jangka pendek dan proses kreatif dalam pengembangan game memiliki kepentingan yang berbeda. Ia mempertanyakan bagaimana sebuah perusahaan bisa mengharapkan hasil finansial dalam satu kuartal atau tahun fiskal dari proyek yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang.
Bagaimana kita bisa membuat kuartal atau tahun fiskal ini terlihat bagus? Hal-hal tersebut tidak sejalan dengan faktor yang membuat sebuah game sukses.
Komentar tersebut muncul setelah Xbox melakukan PHK besar-besaran yang berdampak pada sekitar 1.600 pekerja di divisi game. Laporan sebelumnya juga menyebut akan ada sekitar 1.600 PHK tambahan. id Software menjadi salah satu studio yang disebut terkena dampak cukup besar.
Sejumlah laporan menyebut id Software kehilangan sekitar setengah dari jumlah stafnya. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan studio untuk mengembangkan game dengan skala seperti Doom: The Dark Ages.
Namun, sutradara Doom: The Dark Ages, Hugo Martin, sebelumnya membantah anggapan bahwa kondisi id Software sudah terlalu buruk untuk mengembangkan game besar.
Kami memiliki ukuran tim yang sama seperti ketika membuat Doom 2016 dan id Tech masih sangat hidup serta berjalan dengan baik.
Terlepas dari pernyataan tersebut, Hays mengaku belum mengetahui bagaimana id Software akan menjalankan proyek-proyek berikutnya dengan jumlah staf yang lebih sedikit. Menurutnya, pengurangan tenaga kerja tidak hanya berdampak pada jumlah orang, tetapi juga menghilangkan sejumlah keahlian dan departemen yang dibutuhkan dalam proses pengembangan game.
Sulit untuk membuat game ketika ada seluruh departemen yang dipangkas dan kamu membutuhkan berbagai disiplin ilmu yang kini sudah tidak ada.
Hays juga mempertanyakan bagaimana pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh tim-tim khusus akan dilakukan setelah PHK. Ia mencontohkan pekerjaan membuat skybox, pemeliharaan infrastruktur, hingga pengembangan engine yang membutuhkan tenaga dengan keahlian khusus.
Siapa yang akan mengerjakan semua itu sekarang? Kami sampai bertanya, siapa yang akan membuat skybox ketika kami memberhentikan seniman skybox? Bagaimana kami akan memelihara infrastruktur ketika tim infrastruktur kami diberhentikan? Bagaimana kami akan memelihara engine ketika begitu banyak anggota tim engine kami dilepas?
Menurut Hays, kondisi tersebut membuat id Software saat ini sudah berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia menilai pengurangan jumlah staf secara signifikan turut mengubah kapasitas studio dalam mengembangkan game.
Kami bukan lagi id Software yang sama. Kami hanya memiliki setengah dari id Software yang dulu.
Hingga kini, Xbox belum memberikan penjelasan terperinci mengenai bagaimana id Software akan mengembangkan proyek dengan skala sebesar The Dark Ages setelah pengurangan jumlah staf. Kondisi tersebut membuat masa depan salah satu studio paling berpengaruh dalam sejarah game first-person shooter itu masih menjadi pertanyaan.

