GameChanger Studio resmi merilis 1998: The Toll Keeper Story untuk PlayStation 5 (PS5) pada 8 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Game Indonesia. Game bergenre simulasi-naratif ini membawa pemain ke Indonesia pada 1998, ketika krisis ekonomi dan pergolakan politik berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Alih-alih mengangkat Reformasi melalui perspektif tokoh politik, 1998: The Toll Keeper Story berfokus pada kehidupan masyarakat biasa. Pemain mengikuti Dewi, seorang penjaga gerbang tol yang tengah hamil dan tinggal bersama suaminya, Heru, seorang sopir taksi.
Kehidupan keduanya menjadi gambaran bagaimana krisis ekonomi memengaruhi masyarakat kecil. Pemain akan menghadapi persoalan seperti kenaikan harga, keterbatasan sumber daya, ketidakpastian hukum, serta menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah. Dengan pendekatan ini, peristiwa 1998 tidak hanya menjadi latar sejarah, tetapi juga ditampilkan melalui persoalan sehari-hari yang dihadapi keluarga Dewi dan Heru.
Tema Reformasi menjadi bagian penting dalam cerita. Melalui sudut pandang masyarakat biasa, game ini menggambarkan ketegangan antara aturan negara dan kebutuhan warga. Kebijakan pemerintah tidak hanya hadir sebagai keputusan politik, tetapi juga dapat memengaruhi pekerjaan, pendapatan, dan keputusan yang harus diambil seseorang untuk mempertahankan keluarganya.
Persoalan tersebut juga membuat tema 1998: The Toll Keeper Story tetap relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Tekanan ekonomi, ketimpangan, dan tuntutan terhadap kebijakan pemerintah masih menjadi bagian dari berbagai gerakan sosial yang melibatkan pekerja informal, pengemudi ojek online, dan kelompok pekerja lainnya.
Dari sisi gameplay, game ini terinspirasi dari Papers, Please dan Death and Taxes. Pemain menjalankan tugas Dewi sebagai penjaga gerbang tol dengan memeriksa dokumen, menemukan ketidaksesuaian, dan mengikuti aturan yang dapat berubah.
Di sisi lain, pemain juga harus mengelola sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut menciptakan dilema antara menjalankan tugas sesuai aturan atau mempertimbangkan keadaan orang-orang yang berada di hadapan Dewi. Pilihan pemain kemudian menjadi bagian penting dari pengalaman naratif game.
Sebelum hadir di PS5, 1998: The Toll Keeper Story telah memperoleh respons positif di Steam. Game ini mendapat label “Very Positive” dari lebih dari 250 ulasan pengguna serta sejumlah ulasan media dengan skor hingga 9/10.
SavePoint Gaming menjadi salah satu media yang memuji pendekatan naratifnya dan menyebut game tersebut sebagai “surat cinta yang menghantui tentang bertahan hidup, tugas, dan kenangan.”
Perilisan di PS5 pada Hari Game Indonesia menjadi langkah baru bagi GameChanger Studio untuk memperkenalkan 1998: The Toll Keeper Story kepada audiens yang lebih luas. Melalui kehidupan Dewi dan Heru, game ini mencoba menunjukkan bahwa sejarah besar seperti Reformasi 1998 tidak hanya terjadi di ruang politik, tetapi juga meninggalkan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

