Ambisi Tencent untuk menghadirkan game open-world yang dapat menyaingi Grand Theft Auto (GTA) tampaknya mulai menemui jalan terjal. Lightspeed LA, studio di balik Last Sentinel, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 80 karyawan setelah Tencent kehilangan kepercayaan terhadap proyek tersebut.
Kabar tersebut dilaporkan Bloomberg. Menurut laporan itu, Tencent memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan dukungan terhadap Last Sentinel setelah proyek tersebut mengalami sejumlah kendala, termasuk beberapa kali penundaan dan setidaknya satu kali partial reboot.
Last Sentinel pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam ajang The Game Awards 2023. Game ini dikembangkan sebagai proyek open-world berlatar Jepang bergaya cyberpunk. Pemain dijanjikan sebuah dunia vertikal dengan lingkungan yang dapat dihancurkan serta berbagai aktivitas yang mengingatkan pada seri GTA, termasuk berkendara dan aksi tembak-menembak.
Namun, perkembangan proyek tersebut mulai dipertanyakan dalam beberapa waktu terakhir. Tahun lalu, Lightspeed sempat merilis sejumlah video promosi untuk Last Sentinel. Alih-alih memperlihatkan gameplay, video-video tersebut justru tidak menampilkan cuplikan game secara langsung sehingga memunculkan spekulasi mengenai kondisi pengembangannya.
Masalah internal disebut menjadi salah satu faktor yang menghambat proyek tersebut. Bloomberg melaporkan bahwa Last Sentinel dikembangkan oleh tim yang relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah pengembang yang digunakan Rockstar Games untuk proyek open-world mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber anonim dari Lightspeed juga menyebut tim pengembang menghadapi visi proyek yang tidak cukup jelas. Selain itu, pendekatan manajemen Steve Martin, mantan direktur Rockstar San Diego, disebut “memecah pendapat” di dalam studio.
Situasi tersebut semakin rumit setelah playtest Last Sentinel mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Demonstrasi game di hadapan para eksekutif Tencent pada awal 2026 juga disebut tidak memberikan kesan yang cukup kuat.
Lightspeed kemudian dikabarkan berusaha memperbaiki kondisi proyek dengan menyiapkan versi Last Sentinel yang telah ditingkatkan. Namun, upaya tersebut rupanya belum mampu meyakinkan Tencent untuk terus mendukung pengembangan game.
Keputusan Tencent untuk mundur dari proyek tersebut kemudian berdampak langsung terhadap Lightspeed. Studio itu melakukan PHK terhadap sekitar 80 karyawan sebagai bagian dari perubahan yang terjadi pada proyek Last Sentinel.
Meski demikian, Last Sentinel belum dinyatakan batal. Lightspeed masih melanjutkan pengembangan game tersebut tanpa dukungan Tencent. Studio juga berencana mengubah “arah kreatif dan pengembangan” agar game dapat memenuhi ekspektasi pemain.
Persoalannya, ekspektasi terhadap Last Sentinel sudah cukup tinggi sejak pertama kali diumumkan. Game tersebut sejak awal diposisikan sebagai proyek open-world cyberpunk yang berpotensi menjadi pesaing GTA.
Dengan hengkangnya Tencent dan perubahan arah pengembangan, masih menjadi pertanyaan apakah Lightspeed mampu mempertahankan visi awal Last Sentinel sekaligus membawa proyek tersebut hingga selesai.

