Sejarah Gran Turismo Features Games Origin

Gran Turismo: Kombinasi Realisme dan Gameplay Adiktif

Share:

 Nama Gran Turismo bagi kami harus menjadi nama yang harus disinggung ketika membicarakan game racing, terlebih game balapan simulasi. Di eranya, Gran Turismo begitu revolusioner, di mana game balap pada umumnya hadir dengan format arcade

Gran Turismo 7
Gran Turismo 7 Gameplay

Meski racing simulator bukanlah hal yang benar-benar baru, Gran Turismo mampu membawakan genre game ini agar secara presentasi dan gameplay relevan di eranya. Hal ini dapat dibuktikan dari resepsi penggemarnya. Bahkan seri ini masih bisa terus bertahan dan berevolusi hingga saat ini. 

Gran Turismo adalah sebuah gebrakan yang inovatif dari segi grafis dan juga gameplay di eranya. Melihat waralaba ini begitu besar namanya, bagaimana ide game balap seperti Gran Turismo ini bisa tercetus dari tim pengembangnya? Mari kita simak sejarah nama game balap besar ini.

Latar Belakang Pembuatan Gran Turismo

Visi Awal Kazunori Yamauchi dan Lahirnya Ide Gran Turismo

Cikal bakal seri Gran Turismo berawal dari ambisi pribadi sang kreator, Kazunori Yamauchi, yang sejak remaja sudah terobsesi pada teknologi grafis 3D. Pada 1983, ketika masih duduk di bangku SMP, Yamauchi mulai tertarik mempelajari grafis komputer real-time 3D. Di era tersebut, komputer pribadi masih tergolong barang langka, sementara visual yang mampu dihasilkan perangkat komputer masih sebatas grafis wireframe sederhana dengan kemampuan render yang sangat terbatas.

Kazunori Yamauchi

Meski teknologi saat itu jauh dari memadai, Yamauchi sudah membayangkan sebuah game balap yang mampu menghadirkan simulasi berkendara realistis. Ide tersebut terdengar terlalu ambisius untuk zamannya. Selain dianggap terlalu segmented, konsep simulator balap realistis juga dinilai nyaris mustahil diwujudkan karena keterbatasan hardware seperti prosesor dan memori pada masa itu.

Memasuki awal 1990-an, Yamauchi bekerja diSony Music Entertainment Japan dengan tugas mempublikasikan game platformer 2D untuk konsol Super Nintendo. Ketika Sony Group Corporation mulai membentuk tim internal untuk mengembangkan konsol PlayStation pertama, Shuhei Yoshida merekrut Yamauchi yang dikenal memiliki banyak ide kreatif dan pemahaman teknis yang memadai.

Pada kesempatan itu, Yamauchi mempresentasikan lebih dari 100 konsep game dari berbagai genre. Salah satu proposal paling ambisiusnya adalah simulator balap 3D realistis untuk konsol rumahan, lengkap dengan physics kendaraan yang detail dan koleksi mobil berlisensi dari dunia nyata. Namun, ide tersebut langsung ditolak oleh para petinggi Sony. Mereka menganggap pasar konsol saat itu lebih menyukai game balap arcade yang mudah dimainkan dibanding simulasi mengemudi realistis yang membutuhkan teknik berkendara sungguhan.

Motor Toon Grand Prix, “Kuda Troya” Menuju Gran Turismo

Menyadari proposal simulator realistisnya terlalu berisiko, Yamauchi kemudian mengalihkan fokus ke proyek yang lebih aman secara bisnis, yakni Motor Toon Grand Prix. Game balap bergaya kartun ini dirancang mengikuti tren kart racer yang sedang populer pada pertengahan 1990-an.

Game tersebut dirilis di Jepang pada Desember 1994, hanya dua minggu setelah peluncuran konsol PlayStation. Di balik tampilannya yang ringan dan penuh warna, Yamauchi diam-diam menyisipkan fondasi teknologi simulasi kendaraan yang nantinya menjadi dasar pengembangan Gran Turismo.

Motor Toon Grand Prix

Kesuksesan komersial Motor Toon Grand Prix membuat Sony meminta sekuelnya. Dua tahun kemudian, Yamauchi dan timnya merilis Motor Toon Grand Prix 2 untuk pasar global. Berkat keberhasilan dua proyek tersebut, Yamauchi akhirnya memperoleh dukungan internal yang cukup kuat untuk kembali mengajukan proposal Gran Turismo.

Motor Toon Grand Prix Gameplay

Kali ini Sony menyetujui proyek tersebut. Namun yang tidak diketahui banyak pihak, Yamauchi sebenarnya sudah mulai mengembangkan prototipe Gran Turismo secara diam-diam sejak 1992, jauh sebelum proyek itu resmi mendapat lampu hijau.

Proses Pengembangan yang Berat dan Penuh Pengorbanan

Pengembangan Gran Turismo berlangsung selama lima tahun, dari 1992 hingga 1997. Untuk standar industri game era 1990-an, durasi tersebut tergolong sangat panjang. Saat proses produksi dimulai, tim pengembang di bawah nama Polys Entertainment hanya berisi lima orang. Bahkan ketika mendekati tahap akhir pengembangan, jumlah stafnya masih kurang dari 20 orang. Dengan visi proyek yang sangat besar, setiap anggota tim harus menangani beban kerja yang ekstrem.

Poly’s Entertainment

Budaya kerja di studio pun terkenal sangat intens. Shuhei Yoshida pernah mengenang bagaimana dirinya kerap menemukan Yamauchi dan anggota tim tertidur di bawah meja kantor ketika datang pagi hari. Yamauchi sendiri menggambarkan suasana studio saat itu lebih mirip ruang klub kampus dibanding kantor profesional. Dedikasi seluruh tim benar-benar tercurah demi mewujudkan game impian mereka.

Shuhei Yoshida

Tantangan terbesar datang dari keterbatasan perangkat keras PlayStation generasi pertama. Kemampuan prosesornya sangat terbatas, sehingga model mobil di dalam game hanya bisa dibuat menggunakan sekitar 300 poligon. Meski begitu, tim pengembang berhasil menciptakan desain kendaraan yang tetap mudah dikenali dan terlihat detail untuk ukuran teknologi saat itu.

Tim juga memanfaatkan stik analog pada kontroler DualShock untuk memberikan kontrol yang lebih presisi terhadap sistem simulasi berkendara realistis. Selain itu, mereka harus menghadapi tantangan kompresi data yang sangat berat. Dalam satu CD berkapasitas sekitar 700 MB, tim berhasil memasukkan lebih dari 150 mobil berlisensi dan 11 lagu soundtrack berlisensi dari berbagai musisi ternama seperti Ash, Garbage, Feeder, dan The Chemical Brothers.

The Chemical Brothers

Sebagai perbandingan, game Need for Speed II yang dirilis pada periode serupa hanya memiliki sembilan mobil. Hal itu membuat Gran Turismo menjadi salah satu pencapaian teknis paling mengesankan di industri game pada akhir 1990-an.

Gran Turismo dan Revolusi “RPG” dalam Game Balap

Ketika Gran Turismo dirilis pada Desember 1997, perhatian publik memang langsung tertuju pada kualitas grafisnya yang menampilkan lebih dari 150 mobil detail. Jumlah tersebut terasa luar biasa pada masanya, apalagi jika dibandingkan dengan Need for Speed II yang hanya menghadirkan sembilan mobil berlisensi.

Namun, kekuatan terbesar Gran Turismo sebenarnya bukan hanya soal visual. Game ini mengubah cara kita memandang genre balap lewat sistem gameplay yang terasa seperti permainan RPG.

Sebelum Gran Turismo hadir, sebagian besar game balap menawarkan pola bermain yang sederhana, di mana kita memilih mobil tercepat, memilih lintasan, lalu langsung balapan. Yamauchi memutus pola tersebut dengan menghadirkan dua mode utama. Ada Arcade Mode yang tetap mempertahankan gaya balap klasik untuk pemain kasual, serta Simulation Mode atau GT Mode yang menjadi fondasi utama identitas Gran Turismo.

Memulai dari Nol dan Berburu Mobil Bekas

Di Simulation Mode, pemain tidak langsung diberi mobil super atau kendaraan balap kelas atas. Sebaliknya, permainan dimulai dengan modal kecil sebesar 10.000 kredit, jumlah yang bahkan tidak cukup untuk membeli mobil sport baru di dealer resmi.

Situasi ini memaksa kita melakukan sesuatu yang sangat tidak biasa untuk game balap era 1990-an: membeli mobil bekas. Kita harus membuka menu Used Car, memeriksa stok kendaraan yang terus berubah mengikuti hari di dalam game, lalu memilih mobil murah yang masih mampu digunakan untuk balapan.

Mobil-mobil yang tersedia pun bukan kendaraan mewah, melainkan mobil harian Jepang dari era 1980-an hingga awal 1990-an seperti Toyota Corolla Levin AE86, Honda Civic, atau Nissan Silvia.

Toyota Corolla Levin AE86

Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih realistis dan dekat dengan kehidupan penggemar otomotif di dunia nyata. Kitan benar-benar merasakan bagaimana rasanya memulai dari bawah dengan keterbatasan dana. Karena itu, memilih mobil pertama menjadi keputusan penting yang akan menentukan perkembangan karier balap kita selanjutnya.

Car Selections

Sistem Modifikasi yang Membuat Pemain Terikat dengan Mobilnya

Loop gameplay utama Gran Turismo berpusat pada mengikuti balapan kelas kecil seperti Sunday Cup atau Clubman Cup untuk mengumpulkan kredit. Namun, alih-alih terus membeli mobil baru yang lebih mahal, kita justru didorong untuk memodifikasi kendaraan yang sudah dimiliki.

Gran Turismo Race

Di sinilah elemen RPG dalam Gran Turismo terasa sangat kuat. Mobil murah yang awalnya biasa saja perlahan bisa “naik level” lewat berbagai peningkatan performa di Tune Shop.

Map

Pilihan modifikasinya pun sangat detail untuk ukuran game konsol pada masa itu. Kita dapat mengganti racing exhaust, mengatur suspensi khusus, memasang limited-slip differential (LSD), meningkatkan ECU, hingga mengurangi bobot kendaraan secara bertahap. Setiap perubahan benar-benar memengaruhi karakter mobil saat dikendarai di lintasan.

Spare Parts

Mobil penggerak roda depan yang awalnya terasa lambat bisa berubah menjadi kendaraan kompetitif setelah dimodifikasi dengan tepat. Karena proses peningkatannya dilakukan sedikit demi sedikit, kita akhirnya membangun hubungan emosional dengan mobil mereka sendiri.

Banyak pemain bahkan menghabiskan waktu lebih lama di menu modifikasi dibanding saat balapan. Mereka memutar tampilan mobil di layar showroom, mengatur rasio gigi, memeriksa spesifikasi mesin, hingga mengamati detail pantulan cahaya pada bodi kendaraan.

Pengalaman inilah yang membuat game balap satu ini terasa berbeda dibanding game balap lain pada zamannya. Kita tidak sekadar mengendarai mobil tercepat, tetapi membangun kendaraan impian mereka sendiri dari nol—mulai dari mobil harian biasa hingga mampu menyaingi supercar eksotis di lintasan.

Sistem License Test dan Cara Gran Turismo “Mendidik” Pemainnya

Jika sistem ekonomi dan modifikasi menjadi fondasi RPG dalam game satu ini, maka License Test atau ujian lisensi berfungsi sebagai alat pembelajaran utama yang membentuk kemampuan pemain di lintasan.

Pada masa itu, sebagian besar pemain konsol terbiasa dengan game balap arcade yang tidak terlalu menuntut teknik mengemudi. Menabrak dinding untuk berbelok atau terus menekan pedal gas tanpa mengerem masih dianggap cara bermain yang normal. Melihat kondisi tersebut, Polyphony Digital mencoba menghadirkan pendekatan berbeda lewat sistem lisensi yang lebih realistis dan disiplin.

Gran Turismo License Test
License Tests

Dalam Gran Turismo, kita tidak bisa langsung mengikuti seluruh kejuaraan yang tersedia. Untuk membuka balapan tingkat lebih tinggi, mereka harus lebih dulu lulus berbagai ujian lisensi mengemudi. Sistem ini menjadi semacam “gerbang wajib” yang memaksa kita sebagai pemain untuk memahami dasar-dasar teknik balap sebelum melaju ke kompetisi yang lebih sulit.

Gran Turismo 7 License Test
Gran Turismo 7 License Test

Lisensi tersebut dibagi ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari National B, National A, International C, International B, International A, hingga Super License atau S License. Setiap ujian memiliki tantangan berbeda, seperti menjaga racing line, mengatur titik pengereman, melakukan tikungan dengan bersih, hingga mencatat waktu tertentu dalam kondisi yang ketat.

Pada empat seri awal waralaba, mulai dari Gran Turismo hingga Gran Turismo 4, progres utama permainan benar-benar dikunci di balik sistem lisensi ini. Artinya, kita tidak bisa sekadar mengandalkan mobil cepat atau uang hasil balapan. Kita juga harus meningkatkan kemampuan mengemudi secara nyata agar bisa melanjutkan karier di dalam game. Pendekatan tersebut membuat Gran Turismo terasa jauh lebih serius dibanding game balap lain pada masanya. 

Evolusi Gran Turismo: Setiap Generasi Membawa Inovasi Baru

Seiring dengan berkembangnya teknologi konsol PlayStation, Gran Turismo juga terus berkembang dengan setiap iterasinya. Berikut adalah evolusi Gran Turismo dari waktu ke waktu:

1. Gran Turismo (1997)

Gran Turismo 1 PS1
Gran Turismo 1

Game pertama dalam seri ini membawa lebih dari 140 mobil dan 11 lintasan balap. Dengan fokus pada simulasi yang mendetail, Gran Turismo berhasil meraih kesuksesan besar di pasar, mengubah persepsi game balapan pada masanya. Kita dihadapkan pada mode karier panjang, sistem lisensi, dan pilihan mobil dari berbagai pabrikan ternama, yang di saat itu merupakan sebuah lompatan besar dalam dunia gaming.

Gran Turismo 1 Screenshot
Gran Turismo 1 Gameplay

2. Gran Turismo 2 (1999)

Gran Turismo 2 PS1
Gran Turismo 2

Seri kedua Gran Turismo diluncurkan dua tahun setelah game pertamanya. Yang membuatnya semakin menarik, Gran Turismo 2 memperluas skala dengan lebih dari 600 mobil dan 27 lintasan balap. Game ini memperkenalkan mode Rally, memungkinkan kamu balapan di lintasan tanah dan kerikil, serta menambahkan mode arcade yang lebih ringan. Gran Turismo 2 juga memperdalam elemen simulasi dengan penambahan mobil dari berbagai pabrikan eksotis.

Gran Turismo 2 Screenshot
Gran Turismo 2 Gameplay

3. Gran Turismo 3: A-Spec (2001)

Gran Turismo 3

Dengan datangnya PlayStation 2, Polyphony Digital meningkatkan standar visual dengan Gran Turismo 3: A-Spec. Game ini memperkenalkan grafis yang lebih realistis, dengan efek pencahayaan dan refleksi yang belum pernah dilihat sebelumnya di game balapan. Meskipun jumlah mobilnya dikurangi menjadi sekitar 180, game ini tetap mendapat pujian karena physics-nya yang semakin realistis dan perhatian pada detail yang luar biasa.

Gran Turismo 3: A-Spec Screenshot
Gran Turismo 3: A-Spec Gameplay

4. Gran Turismo 4 (2004)

Gran Turismo 4
Gran Turismo 4

Gran Turismo 4 kembali memperluas daftar mobil dengan lebih dari 700 kendaraan dan 51 lintasan. Salah satu fitur baru yang paling menonjol adalah Photo Mode, di mana kamu bisa menangkap gambar mobil di lingkungan realistis. Game ini juga menambahkan fitur cuaca dinamis dan siklus siang-malam, meningkatkan kompleksitas balapan.

Gran Turismo 4 Screenshot
Gran Turismo 4 Gameplay

5. Gran Turismo 5 (2010)

Gran Turismo 5
Gran Turismo 5

Gran Turismo membawa lebih dari 1.000 mobil dan fitur balap online. Dengan dukungan untuk resolusi HD dan efek cuaca yang lebih kompleks, seri kelima ini memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Fitur multiplayer online memungkinkan kita dari seluruh dunia bersaing dalam balapan dengan orang dari seluruh dunia.

Gran Turismo 5 Screenshot
Gran Turismo 5 Gameplay

6. Gran Turismo 6 (2013)

Gran Turismo 6
Gran Turismo 6

Gran Turismo 6 memperkenalkan model mobil yang lebih detil dan peningkatan pada sistem physics kendaraan. Game ini menawarkan lebih dari 1.200 mobil dan 100 lintasan. Ini juga merupakan game pertama dalam seri yang mendukung konten yang dapat diunduh (DLC), memberikan akses ke mobil-mobil baru dan lintasan tambahan setelah perilisan.

Gran Turismo 6 Screenshot
Gran Turismo 6 Gameplay

7. Gran Turismo Sport (2017)

Gran Turismo Sport
Gran Turismo Sport

Berbeda dengan game sebelumnya, Gran Turismo Sport fokus pada aspek kompetisi online dan eSports. Game ini dirancang untuk menjadi platform kompetisi balapan global, dengan dukungan dari Fédération Internationale de l’Automobile (FIA). Meskipun jumlah mobil lebih sedikit dibanding pendahulunya, fokus pada balapan online membuatnya menjadi salah satu game balap terkemuka di dunia eSports.

Gran Turismo Sport Screenshot
Gran Turismo Sport Gameplay

8. Gran Turismo 7 (2022)

Memanfaatkan kekuatan PlayStation 5, Gran Turismo 7 menghadirkan visual yang memukau nan realistis dengan ray tracing dan frame rate kencang. Game ini kembali menekankan pada simulasi realistis dengan mode karier klasik dan berbagai fitur modern seperti dukungan VR. Gran Turismo 7 adalah bukti bahwa warisan yang dimulai lebih dari dua dekade lalu tetap relevan di era game modern.

Gran Turismo 7 Screenshot
Gran Turismo 7 Gameplay

Kesimpulan

Franchise game balap satu ini telah menjadi lebih dari sekadar game balapan. Kolaborasi dengan pabrikan mobil seperti Nissan dan Mercedes-Benz, serta program GT Academy, di mana pemain Gran Turismo memiliki kesempatan untuk menjadi pembalap profesional di dunia nyata, menunjukkan seberapa jauh dampak game ini terhadap dunia otomotif.

Dengan puluhan juta kopi terjual di seluruh dunia, game balap mobil simulasi eksklusif PlayStation ini telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu franchise game terpenting dalam sejarah, tidak hanya dalam genre balapan, tetapi dalam sejarah industri game itu sendiri.

Dengan teknologi yang terus berkembang, masa depan Gran Turismo tampaknya akan semakin cerah. Konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5 memberikan peluang untuk menghadirkan simulasi balap yang lebih mendekati kenyataan dengan grafis yang semakin canggih dan physics kendaraan yang lebih realistis. Para penggemar game ini pasti menantikan inovasi berikutnya yang akan dibawa oleh Kazunori Yamauchi dan tim Polyphony Digital.

Jika kamu adalah penggemar Gran Turismo, jangan sampai ketinggalan berita terbaru seputar dunia game balapan dan lainnya di Gameformia! Pastikan kamu mengikuti kami di YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, dan website untuk mendapatkan update dan konten menarik lainnya.