Petisi #SaveMassEffect yang mendesak Electronic Arts (EA) melanjutkan waralaba Mass Effect telah mengumpulkan 114.525 tanda tangan per 24 Oktober 2026. Gerakan ini muncul setelah EA menutup BioWare dan membatalkan pengembangan Mass Effect 5 pada 21 Oktober lalu.
Dukungan terhadap petisi tersebut turut datang dari Daniel Casey, salah satu co-showrunner serial televisi Mass Effect. Ia membagikan tautan petisi melalui akun Bluesky miliknya dengan menuliskan “Keelah Se’lai”, ungkapan yang dikenal dalam semesta Mass Effect.
Penggagas petisi, Joe Smith, meminta EA mengambil langkah konkret untuk memastikan pengembangan seri tersebut tetap berlanjut. Ia menilai waralaba ini perlu mendapat pendanaan yang memadai, jumlah staf yang cukup, serta waktu pengerjaan yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga.
Kami belum selesai! Terus suarakan dukungan kalian, para penggemar Mass Effect! Saya bangga kepada kalian semua.
Pernyataan tersebut disampaikan Smith ketika jumlah tanda tangan petisi melampaui 100.000. Jika EA tidak bersedia melanjutkan pengembangan secara langsung, ia meminta perusahaan melisensikan IP Mass Effect kepada studio lain yang memiliki visi dan semangat serupa dengan BioWare.
Masa Depan Mass Effect Jadi Pertanyaan
Penutupan BioWare dan pembatalan Mass Effect 5 memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan salah satu waralaba RPG fiksi ilmiah yang dikenal luas di industri game. Situasinya semakin menarik karena serial televisi Mass Effect untuk Prime Video dilaporkan masih dalam tahap pengembangan.
Jika serial tersebut berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, seperti adaptasi Fallout, EA berpotensi kehilangan kesempatan untuk mendukung popularitasnya dengan merilis game baru. Penutupan BioWare juga membuat masa depan pengembangan seri tersebut semakin tidak pasti.
Selama bertahun-tahun, BioWare berkontribusi terhadap perkembangan penceritaan dalam genre role-playing game (RPG). Selain Mass Effect, studio ini juga mengembangkan waralaba Dragon Age. Pengaruh BioWare terhadap industri turut terlihat dalam perkembangan game RPG modern, termasuk Baldur’s Gate 3, The Witcher 3, dan Fallout: New Vegas.
Keputusan EA menutup studio tersebut pun menuai kritik karena dinilai mengabaikan potensi jangka panjang waralaba yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Terlebih, perusahaan sebelumnya disebut tengah berupaya memperluas jangkauan audiens Mass Effect.
EA Dikabarkan Berpeluang Menjual IP BioWare
Di tengah ketidakpastian tersebut, mantan produser eksekutif BioWare, Mark Darrah, berspekulasi mengenai kemungkinan EA menjual sejumlah IP milik studio itu. Dalam sebuah video di YouTube, ia memperkirakan EA mungkin mempertimbangkan penjualan waralaba besar seperti Mass Effect dan Dragon Age untuk membantu mengurangi beban utang perusahaan yang dilaporkan mencapai 55 miliar dolar AS.
Namun, Darrah juga mengemukakan kemungkinan sebaliknya. Beban utang tersebut justru dapat membuat EA memilih untuk tidak mengembangkan waralaba itu lebih lanjut dan membiarkannya tersimpan tanpa kelanjutan.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai langkah EA terhadap masa depan Mass Effect. Dalam petisinya, Smith menyoroti semesta fiksi ilmiah yang kaya, cerita yang mendalam, serta perjalanan Commander Shepard bersama kru Normandy sebagai elemen yang membuat seri ini dicintai oleh jutaan pemain di seluruh dunia.
Smith menilai berkurangnya sumber daya pengembangan dan ketidakjelasan rencana EA mengancam keberlangsungan seri tersebut. Melalui petisi ini, para penggemar berharap perusahaan mempertimbangkan kembali keputusannya atau membuka peluang bagi studio lain untuk meneruskan waralaba Mass Effect.

