Troublemaker 3: Fallen Dynasty Satire Politik News

Gamecom Team Angkat Unsur Satire Politik Lebih Gamblang di Troublemaker 3: Fallen Dynasty

Share:

Setelah memberikan sejumlah cuplikan terkait konten dan karakter yang akan hadir, studio asal Indonesia, Gamecom Team, akhirnya memamerkan detail terbaru dari game terbarunya, Troublemaker 3: Fallen Dynasty. Kali ini, Gamecom Team mengangkat tema satire politik yang lebih gamblang dibandingkan dua prekuelnya. Jika Troublemaker dan Troublemaker 2: Beyond Dream menyelipkan sindiran sosial-politik melalui percakapan antarkarakter, seri ketiga ini ingin menampilkannya secara lebih terang-terangan, sebagaimana tersirat dari subjudul Fallen Dynasty.

Troublemaker 3: Fallen Dynasty akan menjadi seri ketiga sekaligus penutup trilogi Troublemaker. Game besutan Gamecom Team ini masih mempertahankan formula action-comedy beat ’em up, tetapi kali ini membawa konflik ke ranah politik dengan menjadikan berbagai persoalan sosial dan dinamika politik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebagai inspirasi.

Melalui pendekatan tersebut, Gamecom Team ingin mempertahankan identitas Troublemaker sebagai game yang memadukan aksi berlebihan, humor absurd, dan parodi kehidupan sehari-hari. Bedanya, sasaran satire dalam seri terbaru ini akan lebih berfokus pada dinamika kekuasaan dan berbagai kontroversi politik yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Angkat Dinasti Politik sebagai Konflik Utama

Sesuai dengan judulnya, Troublemaker 3: Fallen Dynasty akan membawa pemain kembali ke Jayakarta, sebuah kota fiktif yang masih berada di bawah kendali dinasti politik selama beberapa generasi. Ceritanya berlangsung tiga tahun setelah peristiwa Troublemaker 2: Beyond Dream. Setelah bertahun-tahun berada dalam situasi tersebut, masyarakat Jayakarta mulai melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang berkuasa. Perlawanan ini tidak hanya melibatkan warga biasa, tetapi juga figur publik yang sedang naik daun, anggota kelompok kriminal, hingga orang-orang dari dalam sistem hukum.

Troublemaker 3 Screenshot 1
Akankah drama dan intriknya semakin menarik? (Source: Gamecom Team)

Konflik tersebut menjadi landasan cerita yang mempertemukan berbagai karakter dengan latar belakang, kepentingan, dan pandangan berbeda. Gamecom Team ingin menunjukkan bagaimana berbagai kelompok masyarakat memiliki alasan masing-masing untuk menentang kekuasaan yang telah bertahan selama beberapa generasi.Nanda Gamecom, selaku Game Director seri Troublemaker, menjelaskan bahwa satire terhadap persoalan sosial memang sudah menjadi bagian dari identitas waralaba ini. Namun, untuk seri penutupnya, ia ingin mengangkat persoalan yang lebih dekat dengan kegelisahan anak muda Indonesia.

Menurut Nanda, dinamika politik dalam beberapa tahun terakhir menyediakan banyak bahan untuk diolah menjadi parodi. Gamecom Team pun berupaya menerjemahkan berbagai absurditas di dunia nyata ke dalam komedi khas Troublemaker tanpa meninggalkan karakter utama seri tersebut.

Hadirkan Empat Karakter Utama

Selain membawa tema cerita yang lebih luas, Troublemaker 3: Fallen Dynasty akan mengikuti perjalanan empat protagonis dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah Budi, Jordan, Febri, dan Cinthya. Budi merupakan juara terakhir Cipta Wiyata, sedangkan Jordan adalah pianis yang sebelumnya diperkenalkan dalam Troublemaker 2: Beyond Dream. Dua karakter lainnya adalah Febri, seorang mantan gangster, dan Cinthya, polisi yang bertugas di Jayakarta.

Keempatnya memiliki prinsip dan kepentingan masing-masing. Namun, ketika perlawanan terhadap dinasti politik mulai berkembang, jalan mereka akan saling bersinggungan. Kehadiran empat protagonis ini membuka peluang bagi Gamecom Team untuk mengeksplorasi konflik Jayakarta dari sudut pandang yang lebih beragam. Latar belakang mereka yang berbeda juga dapat memberikan perspektif tersendiri terhadap persoalan kekuasaan, kriminalitas, dan kehidupan masyarakat di kota tersebut.

Troublemaker 3 Screenshot 2
Hadir dengan empat protagonis (Source: Gamecom Team)

Dunia Terbuka Terbesar dalam Seri Troublemaker

Dari sisi gameplay, Gamecom Team menjanjikan dunia terbuka terbesar sepanjang sejarah seri Troublemaker. Pemain dapat menjelajahi berbagai kawasan Jayakarta, mulai dari wilayah utara, selatan, timur, dan barat hingga pusat kota. Setiap distrik akan memiliki karakteristik, budaya, penduduk, serta konflik tersendiri. Selain mengikuti cerita utama, pemain juga dapat menemukan berbagai aktivitas dan cerita sampingan yang tersebar di seluruh kota.

Troublemaker 3 Screenshot 3
Janjikan map yang lebih luas (Source: Gamecom Team)

Sistem pertarungannya tetap mengusung gaya beat ’em up yang menjadi ciri khas seri ini. Gamecom Team menjanjikan variasi gerakan yang lebih luas serta interaksi lingkungan yang lebih beragam selama pertarungan berlangsung. Pemain nantinya dapat bertarung di berbagai lokasi, seperti gang, perkantoran, panggung, pasar, hingga pusat kekuasaan politik. Lingkungan sekitar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aksi selama menghadapi lawan.

Dengan kombinasi tersebut, Troublemaker 3: Fallen Dynasty berupaya memperluas skala permainan tanpa meninggalkan elemen aksi dan komedi yang telah melekat pada dua seri sebelumnya.

Kapan Troublemaker 3: Fallen Dynasty Rilis?

Gamecom Team belum mengumumkan tanggal rilis resmi Troublemaker 3: Fallen Dynasty. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal peluncuran dan daftar platform yang akan didukung dijadwalkan hadir pada 2027. Untuk saat ini, game tersebut telah memiliki halaman resmi di Steam dan dapat ditambahkan ke daftar wishlist. Dengan demikian, pemain PC yang tertarik dapat mengikuti perkembangan game ini sembari menunggu pengumuman berikutnya dari Gamecom Team.

Sebagai penutup trilogi, Troublemaker 3: Fallen Dynasty membawa tantangan tersendiri bagi Gamecom Team. Penggunaan satire politik sebagai fokus utama berpotensi memberikan warna baru bagi waralaba ini, terutama jika dipadukan dengan humor absurd dan aksi yang selama ini menjadi ciri khasnya. Menarik untuk melihat bagaimana Gamecom Team menerjemahkan berbagai persoalan sosial-politik Indonesia ke dalam sebuah game, sekaligus menutup perjalanan trilogi Troublemaker yang telah mereka bangun sejak seri pertamanya.