Jika menyebut salah satu genre yang sangat efektif dimainkan di PC, game FPS adalah jawabannya. Selain real-time strategi, penggunaan tetikus dan keyboard di komputer adalah alasan mengapa game FPS memang dikhususkan untuk PC. Bukan kami menyangkal bahwa game FPS tidak cocok di konsol.
Sebenarnya, sah-sah saja. Tetapi, karena kompatibilitas PC lebih versatile–terutama penggunaan mouse dan keyboard sebagai kontrol–tingkat responsivitasnya lebih tinggi. Apalagi sekarang dengan adanya monitor dengan refresh rate tinggi dan mouse yang DPI-nya bisa diatur. Kenyamanan bermain game FPS di PC akan bisa lebih didapatkan.
Ketika kontrol di PC sudah dipersiapkan, bagaimana dengan game FPS-nya? Game apa yang bagus untuk dimainkan? Maka dari itu, kami akan berikan rekomendasi game FPS PC terbaik dari era klasik hingga terbaru. Simak di sini!
Game FPS PC Terbaik Sepanjang Masa
1. Half-Life 2
Kami takkan segan-segan untuk menyebutkan Half-Life 2 sebagai salah satu game FPS PC terbaik sepanjang masa. Bagi kami, game ini memberikan lonjakan yang cukup signifikan sekaligus penanda sebuah game era baru di awal tahun 2004. Selain imersifitas, Half-Life 2 memiliki penulisan cerita yang inovatif. Gameplay yang ditawarkan oleh game FPS PC satu ini juga sangat responsif.
Digarap oleh Valve, game ini membuat developer tersebut makin melambungkan nama mereka. Jika dimainkan sekarang pun Half-Life 2 juga masih tetap relevan, meski dihadapkan oleh game-game FPS dengan visual yang lebih modern. Jadi, setidaknya kamu harus mencoba memainkan game satu ini sebelum kamu mati.
2. Halo: Combat Evolved
Game FPS PC satu ini berawal untuk konsol pertama Microsoft, yakni Xbox. Namun, antusiasme game ini ternyata mewabah juga ke kalangan gamers PC. Dengan bantuan Gearbox Software, game ini dikonversi ke PC dengan baik. Perilisan Halo ke PC adalah bentuk janji Microsoft ke para gamers PC.
Versi PC ini lebih memungkinkan game ini memperluas jangkauan pemainnya melalui fitur online multiplayer. Pasalnya, mode multiplayer di versi Xbox hanya diperbolehkan melalui format LAN dan local split-screen. Tema sci-fi dengan mode campaign dan konten multiplayer yang masif adalah salah satu alsan mengapa gamers mencintai Halo.
3. DOOM Eternal
Setelah DOOM 3 hadir dengan gameplay yang ritmenya lambat dibandingkan game-game pendahulunya, id Software bersama Panic Button Games mengembalikan game DOOM ke marwahnya, yakni game FPS dengan ritme yang cepat. Kesuksesan game DOOM di tahun 2016, dilanjutkan kembali ke DOOM Eternal.
Game DOOM yang dirilis di tahun 2016 membawa atmosfer menegangkan dibalut dengan gameplay yang lebih ‘in your face’ dan intens. Kemudian, id Software dan Panic Button sedikit mengelevasi seri ini dengan DOOM Eternal yang lebih mendalam dan konten yang lebih luas.
4. S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chronobyl
Bayangkan kamu harus berada di suatu tempat dengan sumber daya terbatas dan menghadapi makhluk-makhluk menyeramkan akibat terkena radiasi nuklir. Itulah yang akan kamu temukan di S.T.A.L.K.E.R 2: Heart of Chornobyl. Atmosfer pasca-apokaliptik yang disajikan di game begitu apik, sehingga kita bisa merasakan ketegangan di dalamnya. Karena game FPS ini memiliki unsur survirvor, yang menarik dari game ini adalah manajemen sumber dayanya. Di game ini kamu perlu berstrategi agar bisa menyelesaikan misi dengan baik.
5. Black Mesa
Tak bisa dimungkiri bahwa Half-Life adalah game yang legendaris. Namun, tidak semua gamer hari ini bisa menikmati visual yang disajikan game tahun 90-an tersebut. Maka dari itu, sebuah developer bernama Crowbar Collective berinisiatif untuk membuat game FPS garapan Valve ini menjadi lebih modern tanpa menghilangkan esensi dan jiwa dari game orisinalnya. Tak hanya dari segi visual, combat dan physics juga dibuat agar lebih kohesif dengan tampilannya yang lebih modern.
6. Unreal Tournament 2004
Unreal Tournament 2004 adalah salah satu representasi terbaik dari game arena shooter klasik. Dan, game ini dikembangkan ketika Epic masih lebih sering menggarap game dibanding membangun engine mereka. Alasan mengapa kami memasukkan ke dalam daftar ini adalah bagaimana game ini mengutamakan kemampuan kita sebagai pemain. Jadi, game ini adalah game yang menjadikan skill pemain sebagai faktor utama. Tak ada item yang bisa dibeli untuk meningkatkan stats, tak ada gatcha, dan yang ada hanya kompetisi sehat.
7. Counter-Strike 2
Bagi kami Counter Strike 2 adalah penyempurnaan dari seri-seri sebelumnya, terutama Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO). Visual game ini dibanguin dengan menggunakan Source 2, engine yang membawa peningkatan visual, pencahayaan, dan sistem asap yang lebih dinamis. Namun, alasan CS2 penting adalah bukan semata-mata karena grafisnya. Identitas CS yang sudah dibangun selama lebih dari dua dekade tetap dipertahankan. Tingkat kompetitif di game ini juga menjadi salah satu poin penting. Jika kamu pemain lama, CS2 tetap menyediakan map lama seperti Dust II, Inferno, dan masih banyak lagi.
8. Crysis
Di tahun 2007, gamers di era tersebut dihadirkan sebuah game FPS PC yang begitu ambisius, yakni Crysis. Game ini digarap oleh developer yang sebelumnya menggarap Far Cry. Namun, yang membuatnya tampak ambisius adalah konsep dan juga visualnya. Di kala itu, Crysis memiliki visual yang bahkan PC dengan spesifikasi tinggi agak sulit untuk menjalankan 60 fps secara penuh pada konfigurasi rata kanan. Coba lihat saja, physics, pencahayaan, dan juga detail tekstur pada game ini begitu keren. Tak hanya visualnya, game ini juga memiliki gameplay yang menarik dengan unsur stealth.
9. Quake
Quake adalah salah satu game yang bisa dikatakan mendefinisikan zamannya, melalui visual full 3D. Berbeda dari Doom yang dirancang dengan pendekatan teknis yang tidak sepenuhnya geometris, Quake menyajikan sudut pandang yang lebih fluid. Game ini selain itu juga menjadi fondasi arena shooter dan salah satu yang membantu memopulerkan FPS multiplayer melalui internet.
10. Left 4 Dead
Pada banyak FPS, mode kooperatif menjadi pelengkap dari kampanye atau pertandingan kompetitif. Left 4 Dead 2 mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan permainan kooperatif sebagai fondasi utama desainnya. Di game ini kita akan memainkan satu dari empat karakter di mana masing-masing harus saling mendukung sepanjang perjalanan. Ketika seorang pemain tertinggal, kehabisan peluru, atau disergap musuh khusus, kondisi itu dapat membahayakan seluruh anggota tim. Karena itu, pemain perlu memperhatikan posisi rekan, membagi sumber daya, dan menentukan kapan harus maju atau berhenti untuk membantu.
11. DOOM
DOOM merupakan salah satu game yang membantu memopulerkan genre first-person shooter (FPS) melalui fast pace gameplay, persenjataan beragam, musuh brutal, serta desain level yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi. Game ini juga memperkenalkan deathmatch dan kooperatif yang turut membentuk budaya FPS multiplayer di PC. Pengaruhnya semakin luas berkat dukungan modding yang memperbolehkan komunitas membuat peta, campaign, dan konten baru, sehingga game ini tetap relevan puluhan tahun setelah dirilis. Meski teknologi grafisnya telah menua, gameplay yang responsif dan pengaruh historisnya membuat DOOM layak berada di antara FPS PC terbaik sepanjang masa.
12. BioShock
Tidak semua FPS menjadikan aksi tembak-menembak sebagai daya tarik utama. BioShock menawarkan sesuatu yang lebih dalam melalui Rapture, kota bawah laut yang awalnya dibangun sebagai utopia, tetapi perlahan berubah menjadi tempat gelap, penuh kerusakan,dan menyeramkan. Di balik atmosfernya yang mencekam dan desain lingkungan yang distingtif, game ini menyisipkan kritik terhadap ideologi, kebebasan individu, kekuasaan, dan moralitas. Dari sisi gameplay, kita dapat memadukan senjata api dengan kemampuan khusus bernama Plasmids untuk menghadapi musuh dan memanfaatkan lingkungan sekitar.
13. Team Fortress 2
Di tengah dominasi FPS bertema militer yang mengedepankan visual realistis, Team Fortress 2 tampil berbeda melalui gaya visual kartun dan gameplay berbasis kelas karakter. Setiap kelas memiliki kemampuan serta peran tersendiri, mulai dari Scout yang mengandalkan kecepatan, Heavy dengan daya tembak besar, hingga Engineer yang membangun sentry gun untuk mempertahankan area. Perbedaan ini membuat kemenangan tidak hanya bergantung pada kemampuan membidik, tetapi juga pada komposisi tim, pemilihan kelas, dan koordinasi antarpemain. Valve turut memperkuat identitas game ini melalui karakter yang ekspresif, humor, serta dukungan pembaruan dan konten komunitas yang membuatnya bertahan lama sejak dirilis.
Dari daftar di atas, dapat kita lihat bahwa game FPS PC terbaik bukan hanya dari tahun perilisannya saja, melainkan juga inovasi dan kebaruan yang diberikan. Sebagai contoh, Team Fortress 2 yang hadirkan gameplay berbasiskan kelas dan visual cartoonish penuh humor. Lalu, Half-Life 2 yang hingga kini masih menjadi game yang masih layak dimainkan. Jadi, untuk dapat memainkan game FPS PC terbaik kamu tak perlu punya PC dengan spesifikasi terkini dan tertinggi.
Selain game FPS PC, kami juga sajikan daftar game lain yang tak kalah menarik. Untuk kamu yang ingin tahu informasi sekitar game, terus ikuti artikel Gameformia di website dan media sosial kami.

